Bidan Dwi Yuniarti & Program Kencana: Inovasi Penyelamat Ibu & Bayi di Jakarta Utara

Bidan Dwi Yuniarti adalah bidan inspiratif di Puskesmas Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, yang menggagas program Kencana (Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak) untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Melalui program ini, ia berkolaborasi dengan dukun beranak (paraji) dan memberdayakan masyarakat melalui inovasi seperti Stiker Kencana dan Kipas Kirana untuk memantau kesehatan ibu nifas dan neonatus.

Key Takeaways

  • Inisiator Program Kencana: Menggagas 5 program unggulan termasuk Kipas Kirana dan Stiker Kencana untuk memantau masa nifas.
  • Kolaborasi Unik: Merangkul dukun beranak sebagai mitra pendamping (bukan pesaing) untuk memastikan persalinan medis yang aman.
  • Prestasi: Meraih penghargaan “Perempuan Inisiator Indonesia” dari Kementerian PPPA atas dedikasinya selama lebih dari 20 tahun.
  • Status Pengabdian: Mengabdi sebagai bidan honorer selama puluhan tahun namun tetap konsisten menciptakan dampak sosial yang besar.

5 Pilar Program Unggulan Kencana (Step-by-Step)

Program Kencana dirancang untuk mengoptimalkan kesehatan ibu dan bayi melalui pendekatan sistematis berikut:

1. Kader Kencana

Membentuk kelompok pendamping ibu yang aktif memantau kesehatan ibu nifas dan bayi baru lahir. Kader ini dibekali materi tentang:

  • Cara menyusui yang benar & ASI Eksklusif.
  • Gizi seimbang untuk ibu hamil dan menyusui.
  • Tanda bahaya pada bayi baru lahir (neonatus).

2. Penempelan Stiker Kencana

Menggunakan stiker berwarna sebagai sistem peringatan dini (early warning system) yang ditempel di rumah ibu pasca-salin:

  • Hijau: Kondisi normal/sehat.
  • Kuning: Ada faktor risiko (perlu perhatian).
  • Merah: Risiko tinggi (perlu penanganan intensif).

3. Kipas Kirana (Kipas Rencana Kunjungan Anda)

Media edukasi kreatif berbentuk kipas hati berwarna pink yang berisi:

  • Jadwal kontrol masa nifas.
  • Informasi tanda bahaya nifas (demam, pendarahan, eklampsia).
  • Edukasi alat kontrasepsi pasca-salin.
Baca Juga :  10 Akun Instagram Wanita Inspiratif Indonesia yang Wajib Kamu Follow di 2026

4. Hotline Service

Layanan komunikasi cepat tanggap untuk konsultasi darurat bagi ibu hamil dan nifas.

5. Bimtek Kencana Terpadu

Pelatihan teknis berkala untuk meningkatkan kompetensi kader dan tenaga kesehatan dalam menangani komplikasi persalinan.

Analisis Pakar: Mengapa Strategi Bidan Dwi Efektif?

Sebagai pengamat kesehatan masyarakat, pendekatan Bidan Dwi Yuniarti menunjukkan pemahaman mendalam tentang sosiokultural masyarakat urban Jakarta Utara.

  • Transformasi Budaya (Cultural Shift):Alih-alih memusuhi dukun beranak yang masih dipercaya warga, Bidan Dwi menjadikan mereka mitra. Strategi “uang tetap untuk dukun, bidan hanya mendampingi” adalah langkah jenius untuk menggeser persalinan berisiko ke persalinan medis tanpa mematikan ekonomi lokal.
  • Visualisasi Risiko:Penggunaan Stiker Kencana dengan kode warna (Merah/Kuning/Hijau) menyederhanakan pemantauan medis yang rumit menjadi bahasa visual yang mudah dipahami oleh keluarga awam dan tetangga, menciptakan sistem social support yang kuat.
  • Fokus pada “The Forgotten Period”:Banyak program kesehatan hanya fokus pada kehamilan dan persalinan. Bidan Dwi menargetkan Masa Nifas, periode kritis di mana risiko kematian ibu akibat infeksi atau eklampsia justru meningkat, namun sering terabaikan.

Perjalanan Karir & Dedikasi

PeriodePeran / StatusLokasi / Pencapaian
1997 – 2001Bidan PTT (Pegawai Tidak Tetap)Kelurahan Kapuk Muara (Menghadapi 8 dukun beranak)
2001 – 2008Bidan VolunteerPuskesmas Kelurahan Kapuk Muara
2008 – SekarangBidan Praktik Mandiri & HonorerPuskesmas Kecamatan Penjaringan
2012Lulus D4 KebidananSTIKES Abdi Nusantara
2019Penghargaan KemenPPPAPerempuan Inisiator Indonesia

Kesimpulan

Bidan Dwi Yuniarti membuktikan bahwa status kepegawaian (honorer) tidak membatasi besarnya dampak yang bisa diciptakan seseorang. Melalui Program Kencana, ia tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga mengubah pola pikir masyarakat Penjaringan dari percaya mitos menjadi sadar medis.

Baca Juga :  Profil Wilda Yanti "Ratu Sampah": Dari Direktur IT Jadi Miliarder Pengelola Limbah (Update 2026)

Saran saya, model kolaborasi Bidan-Dukun dan penggunaan media edukasi sederhana seperti Kipas Kirana sangat layak direplikasi di daerah lain dengan karakteristik serupa. Kami menyarankan pemerintah daerah untuk memberikan apresiasi lebih nyata, termasuk kepastian jenjang karir bagi tenaga kesehatan inovatif seperti beliau. Menurut hemat saya, Bidan Dwi adalah contoh nyata pahlawan kesehatan yang bekerja dalam sunyi namun hasilnya bergema nyaring dalam statistik penurunan angka kematian ibu.

Sumber Referensi

FAQ (People Also Ask)

Apa itu Program Kencana yang digagas Bidan Dwi?

Kencana adalah singkatan dari Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak, sebuah program inovatif di Penjaringan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui 5 pilar utama, termasuk kaderisasi dan sistem stiker risiko.

Apa fungsi Stiker Kencana?

Stiker Kencana berfungsi sebagai penanda kondisi kesehatan ibu dan bayi pasca-salin di rumah mereka. Warna Merah menandakan risiko tinggi, Kuning untuk waspada, dan Hijau untuk kondisi normal.

Mengapa Bidan Dwi menggandeng dukun beranak?

Untuk menjembatani transisi budaya masyarakat yang masih percaya dukun. Dengan menjadikan dukun sebagai mitra pendamping, persalinan tetap dilakukan secara medis oleh bidan, namun aspek kenyamanan emosional warga tetap terpenuhi.

Apa itu Kipas Kirana?

Kipas Kirana (Kipas Rencana Kunjungan Anda) adalah media edukasi berbentuk kipas yang berisi jadwal kontrol nifas dan informasi tanda bahaya kesehatan, dirancang agar mudah diingat dan disimpan oleh para ibu.

Tinggalkan komentar