Apa itu Asbun?

Asbun adalah singkatan dari frasa “Asal Bunyi”, yaitu sebuah istilah gaul yang merujuk pada perilaku seseorang yang berbicara, berpendapat, atau berkomentar sembarangan tanpa dipikirkan terlebih dahulu, tidak berdasarkan fakta yang jelas, atau tidak relevan dengan topik yang sedang dibahas.

Key Takeaways

  • Definisi Resmi: Meskipun berawal dari bahasa gaul/slang internet, istilah asbun kini telah resmi diakui dan terdaftar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
  • Tujuan Penggunaan: Sering digunakan sebagai sindiran halus (sarcasm) dalam tongkrongan atau media sosial (seperti X/Twitter dan TikTok) untuk menegur orang yang bicaranya “ngelantur” atau omong kosong.
  • Karakteristik: Ucapan asbun bisa bersifat lucu, impulsif, atau bahkan berpotensi menyebarkan misinformasi (hoaks) karena ketiadaan filter fakta sebelum berbicara.
  • Perkembangan Kata: Asbun sejalan dengan tren kata gaul berbasis akronim (singkatan) lainnya seperti Baper, Gabut, dan Kepo yang mengedepankan efisiensi komunikasi digital.

Cara Menghindari Perilaku “Asbun” dalam Komunikasi Sehari-hari

Terlalu sering dicap asbun dapat merusak kredibilitas Anda di mata orang lain, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Berikut adalah cara untuk melatih komunikasi agar tidak asal bunyi:

1. Terapkan Konsep Think Before You Speak

Jangan terburu-buru merespons. Beri jeda beberapa detik pada otak Anda untuk memproses apakah informasi yang akan Anda sampaikan itu benar (True), membantu (Helpful), menginspirasi (Inspiring), penting (Necessary), dan baik (Kind).

Baca Juga :  Apa Itu Ego?

2. Verifikasi Fakta (Saring Sebelum Sharing)

Sebelum memberikan opini, terutama terkait isu politik atau gosip viral, pastikan Anda telah membaca sumber aslinya. Jangan hanya berkomentar berdasarkan asumsi atau membaca judul clickbait saja.

3. Akui Keterbatasan Pengetahuan

Tidak perlu merasa harus tahu segalanya (Fear of Missing Out / FOMO). Jika Anda tidak memahami sebuah topik (misalnya debat tentang teknis mesin mobil), lebih baik diam atau katakan dengan jujur, “Saya kurang paham soal ini,” daripada berkomentar namun terlihat asbun.

4. Dengarkan Secara Aktif (Active Listening)

Perilaku asbun sering terjadi karena seseorang sibuk memikirkan balasan saat orang lain berbicara, alih-alih mendengarkan dengan saksama. Simak konteks pembicaraan hingga tuntas agar respons Anda relevan (nyambung).

Analisis Pakar: Mengapa Gen Z Suka Menggunakan Kata Asbun?

Sebagai pengamat sosiolinguistik digital, fenomena kepopuleran kata “Asbun” di tahun 2026 sangat menarik untuk dibedah.

  • Mekanisme Kontrol Sosial: Di era post-truth (pascakebenaran) di mana hoaks dan yapping (banyak omong kosong) menjamur di TikTok dan X, kata “asbun” berfungsi sebagai alat kontrol sosial dari warganet. Ini adalah bentuk sanksi sosial digital yang ringkas dan efektif untuk “menelanjangi” argumen bodong tanpa perlu berdebat panjang lebar. Cukup ketik “Asbun lu,” lawan bicara otomatis kehilangan validitasnya.
  • Ekonomi Bahasa: Generasi Z dan Alpha memiliki rentang perhatian (attention span) yang sangat pendek. Akronim seperti asbun menjawab kebutuhan akan komunikasi yang super cepat (fast-paced communication). Mengucapkan “asbun” jauh lebih hemat energi daripada mengatakan “Pendapatmu tidak memiliki dasar empiris yang kuat.”
  • Sisi Psikologis (Anak-anak): Menariknya, dalam psikologi perkembangan anak, fase “asbun” terkadang dianggap wajar. Saat anak kecil terus berceloteh hal-hal yang tidak masuk akal, itu bukanlah gangguan, melainkan proses kognitif di mana mereka sedang berlatih memetakan ide-ide abstrak menjadi kata-kata (vokalisasi pikiran).
Baca Juga :  Apa Itu Bahasa?

Tabel Kumpulan Kata Gaul Sepupu “Asbun”

Agar Anda semakin update dengan bahasa tongkrongan, berikut adalah istilah gaul yang sering bersanding dengan asbun:

Istilah GaulKepanjangan / Makna AsliKonteks Penggunaan
AsbunAsal BunyiMenyindir orang yang asal bicara tanpa fakta/ngelantur.
YappingSlang Bahasa InggrisOrang yang terus-menerus bicara omong kosong tiada henti.
KepoKnowing Every Particular ObjectMenyebut orang yang terlalu ingin tahu urusan privasi orang lain.
GabutGaji Buta / Gak Ada KegiatanMengekspresikan rasa bosan karena tidak ada kerjaan.
BaperBawa PerasaanMerespons sesuatu dengan terlalu sensitif / emosional.

Kesimpulan

Istilah “asbun” telah bermutasi dari sekadar singkatan tongkrongan menjadi sebuah kosakata resmi yang merepresentasikan fenomena komunikasi gegabah di era digital. Meskipun kata ini sering diucapkan dengan nada bercanda, makna yang terkandung di dalamnya membawa pesan serius tentang pentingnya literasi dan kehati-hatian dalam berucap.

Baca Juga :  Apa Itu Munfarid?

Menurut hemat saya, melabeli seseorang dengan “asbun” memang ampuh untuk memutus rantai argumen kosong, namun jangan sampai digunakan untuk membungkam kebebasan berpendapat. Saran saya, gunakan kata ini secara bijak hanya dalam konteks informal (kasual) bersama teman sebaya. Kami menyarankan agar Anda selalu membiasakan diri membaca secara utuh sebelum mengetik komentar di media sosial, karena rekam jejak digital dari ucapan “asbun” Anda tidak akan pernah bisa dihapus sepenuhnya.

Sumber Referensi

FAQ (People Also Ask)

Apa itu asbun dalam bahasa gaul?

Asbun adalah singkatan dari kata “Asal Bunyi”. Dalam bahasa gaul, asbun diartikan sebagai tindakan seseorang yang berbicara, berkomentar, atau memberikan pendapat sembarangan tanpa memikirkan fakta, logika, maupun relevansinya.

Apakah kata asbun ada di KBBI?

Ya, kata asbun sudah secara resmi dimasukkan ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi daring. Pengertiannya adalah: “asal bunyi (sebutan untuk perilaku asal berbicara tanpa dipikirkan terlebih dahulu)”.

Apa contoh kalimat menggunakan kata asbun?

Contohnya: “Jangan dengerin si Budi, dia mah emang suka asbun kalau lagi bahas politik.” atau “Komentar lo asbun banget sih, nggak nyambung sama topik videonya!”

Apakah asbun termasuk kata kasar?

Tidak, asbun bukan termasuk kata kasar (makian). Ini lebih masuk ke dalam kategori sindiran halus atau kritikan kasual. Namun, tetap bisa menyinggung perasaan jika diucapkan di situasi formal atau kepada orang yang lebih tua.

Tinggalkan komentar