Apa itu Iftar?

Iftar adalah kegiatan berbuka puasa yang dilakukan oleh umat Muslim saat matahari terbenam (waktu Magrib) selama bulan Ramadhan. Iftar menandai berakhirnya puasa harian dan biasanya diawali dengan menyantap kurma atau air putih sebelum melanjutkan ke hidangan utama.

Key Takeaways

  • Definisi Utama: Iftar secara harfiah berarti “berbuka puasa” atau membatalkan puasa setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
  • Beda dengan Takjil: Iftar adalah tindakan/kegiatan berbuka puasa, sedangkan Takjil (yang sering disalahartikan sebagai makanan) sejatinya bermakna “menyegerakan” berbuka. Di Indonesia, takjil bergeser makna menjadi kudapan ringan pembuka.
  • Momen Spiritual & Sosial: Selain membatalkan puasa, iftar adalah waktu mustajab untuk berdoa dan momen mempererat silaturahmi (kebersamaan) keluarga atau komunitas.
  • Aspek Kesehatan: Iftar sebaiknya dilakukan bertahap, dimulai dari hidangan manis alami (kurma) dan air untuk mengembalikan kadar gula darah tanpa mengejutkan lambung.

Panduan Tata Cara Iftar yang Benar Menurut Sunnah & Kesehatan

Agar ibadah puasa sempurna dan tubuh tetap bugar, ikuti urutan iftar berikut ini:

1. Segerakan Berbuka Saat Adzan Magrib

Jangan menunda. Begitu mendengar adzan atau yakin matahari telah terbenam, segerakanlah membatalkan puasa. Ini adalah sunnah yang dianjurkan untuk menjaga kesehatan tubuh.

Baca Juga :  Apa Itu Mokel?

2. Awali dengan Doa

Bacalah doa berbuka puasa (Dzahabaz zhama’u…) sebagai bentuk rasa syukur. Momen ini dipercaya sebagai waktu di mana doa seorang hamba tidak akan ditolak oleh Allah SWT.

3. Konsumsi Kurma dan Air Putih

Makanlah 3 butir kurma (ganjil) dan air putih. Kurma mengandung gula alami yang cepat diserap tubuh untuk memulihkan energi instan, sedangkan air menghidrasi sel-sel yang kering seharian.

4. Laksanakan Shalat Magrib Terlebih Dahulu

Tunda makan besar. Setelah membatalkan puasa dengan takjil ringan, laksanakan shalat Magrib. Jeda ini memberi waktu bagi lambung untuk “bangun” dan beradaptasi sebelum menerima makanan berat.

5. Santap Hidangan Utama dengan Porsi Seimbang

Makanlah secukupnya. Hindari makan berlebihan (balas dendam) yang bisa menyebabkan kantuk saat shalat Tarawih. Pastikan piring Anda berisi karbohidrat kompleks, protein, dan sayuran.

Analisis Pakar: Mengapa Iftar Menjadi Fenomena Sosial di Indonesia?

Sebagai sosiolog budaya, saya melihat pergeseran makna iftar di Indonesia yang unik dibandingkan negara lain. Di sini, iftar (atau populer disebut “bukber”) telah bertransformasi dari ritual ibadah privat menjadi ajang konsolidasi sosial.

  • Ekonomi “Bukber”: Tradisi buka puasa bersama di restoran, hotel, atau masjid telah menggerakkan roda ekonomi musiman yang masif. Istilah ngabuburit (menunggu iftar) menciptakan pasar kaget takjil yang memberdayakan UMKM lokal.
  • Diplomasi Meja Makan: Iftar menjadi alat perekat sosial yang ampuh. Reuni sekolah, pertemuan bisnis, hingga lobi politik sering kali dibalut dalam acara bukber. Sisi positifnya adalah silaturahmi, namun tantangannya adalah potensi pemborosan makanan (food waste) dan terlewatnya waktu ibadah shalat Magrib karena keasyikan mengobrol.
  • Perbedaan Iftar vs Takjil: Secara linguistik, masyarakat Indonesia sering salah kaprah. Media dan kebiasaan pasar melabeli kolak atau gorengan sebagai “takjil”. Padahal, dalam fikih, takjil adalah kata kerja (menyegerakan), bukan kata benda (makanan). Namun, kesalahan kolektif ini sudah menjadi konsensus budaya yang sulit diubah.
Baca Juga :  Apa itu Opsen PKB?

Tabel Perbedaan: Iftar, Sahur, dan Takjil

Agar tidak tertukar istilah, berikut perbandingan fungsinya dalam ibadah puasa:

IstilahAsal Kata & ArtiWaktu PelaksanaanFungsi Utama
IftarAfthara (Berbuka)Saat matahari terbenam (Magrib).Membatalkan puasa dan mengakhiri ibadah puasa harian.
SahurSahar (Akhir malam)Sebelum fajar (Subuh).Mengisi energi cadangan untuk persiapan puasa seharian.
TakjilAjjala (Menyegerakan)Sesaat setelah Magrib.Tindakan mempercepat buka puasa (di Indonesia: makanan ringan pembuka).

Kesimpulan

Iftar adalah puncak dari ibadah puasa harian yang tidak hanya memuaskan dahaga fisik, tetapi juga dahaga spiritual dan sosial. Momen ini mengajarkan disiplin waktu, rasa syukur, dan empati kepada sesama melalui tradisi berbagi makanan.

Baca Juga :  Apa itu Mugwort?

Menurut hemat saya, esensi iftar yang sesungguhnya adalah kesederhanaan. Saran saya, jangan biarkan agenda “bukber” yang padat mengalihkan fokus ibadah Ramadhan Anda. Kami menyarankan Anda untuk sesekali merasakan iftar di masjid atau panti asuhan, karena di sanalah semangat berbagi dan kebersamaan Ramadhan yang paling otentik dapat dirasakan, jauh dari hiruk-pikuk konsumerisme restoran mewah.

Sumber Referensi

FAQ (People Also Ask)

Apa arti kata iftar?

Iftar berasal dari bahasa Arab yang berarti “berbuka puasa”. Secara istilah, iftar adalah makan malam yang dilakukan umat Muslim untuk mengakhiri puasa harian saat matahari terbenam di bulan Ramadhan.

Apa bedanya iftar dan takjil?

Iftar adalah kegiatan berbuka puasa itu sendiri. Sedangkan takjil (yang berasal dari kata ta’jil) secara harfiah berarti “menyegerakan” berbuka. Di Indonesia, takjil sering disalahartikan sebagai menu makanan ringan (kolak, kurma) untuk berbuka.

Kapan waktu yang tepat untuk iftar?

Waktu iftar dimulai tepat saat matahari terbenam, yang ditandai dengan berkumandangnya adzan Magrib. Dalam Islam, sangat dianjurkan untuk menyegerakan iftar (takjil) dan tidak menunda-nundanya.

Apa menu iftar yang disunnahkan Nabi?

Rasulullah SAW menganjurkan untuk berbuka puasa dengan ruthab (kurma basah). Jika tidak ada, maka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada juga, cukup dengan seteguk air putih.

Tinggalkan komentar