Apa itu PIC (Person in Charge)?

PIC (Person in Charge) adalah individu yang ditunjuk secara khusus oleh manajemen untuk bertanggung jawab penuh atas jalannya suatu program, event, atau proyek tertentu dalam perusahaan. Tugas utamanya adalah memastikan seluruh perencanaan berjalan sesuai timeline, mengelola sumber daya, menyelesaikan masalah di lapangan, dan melaporkan hasil akhir kepada atasan.

Key Takeaways

  • Tanggung Jawab Spesifik: Berbeda dengan manajer yang mengurus seluruh divisi, PIC berfokus pada keberhasilan satu proyek atau acara yang didelegasikan kepadanya (berbasis tugas/waktu).
  • Otoritas Pengambilan Keputusan: Diberi wewenang taktis untuk mengatur alur kerja tim kecil, mengelola budget proyek, dan memecahkan kendala (problem solving) di lapangan secara mandiri.
  • Peran Komunikator Utama: Bertindak sebagai jembatan informasi antara pelaksana proyek, klien/vendor eksternal, dan kepala divisi (manajemen).
  • Bukan Jabatan Permanen: Menjadi PIC biasanya merupakan tugas tambahan atau sementara (ad-hoc) di luar posisi struktural reguler seorang karyawan, namun sangat krusial untuk penilaian promosi karier.

Panduan Step-by-Step Menjalankan Tugas sebagai PIC yang Sukses

Jika Anda baru pertama kali ditunjuk sebagai Person in Charge untuk sebuah event kantor, ikuti langkah sistematis berikut agar proyek berjalan lancar:

1. Rencanakan alur kerja (timeline) yang realistis. Identifikasi tujuan proyek, batas waktu (deadline), dan rincikan tugas-tugas kecil yang harus diselesaikan setiap harinya.

2. Kelola dan distribusikan sumber daya (dana, alat, dan personel) dengan efisien. Bagikan tugas kepada anggota tim secara spesifik berdasarkan keahlian mereka masing-masing.

3. Pantau progres kerja secara berkala. Adakan briefing singkat (stand-up meeting) setiap hari atau minggu untuk memastikan tidak ada anggota tim yang tertinggal atau menyimpang dari SOP.

4. Tangani krisis dan masalah dengan cepat (Problem Solving). Jangan panik jika terjadi kendala teknis atau miskomunikasi dengan vendor; segera cari alternatif solusi (Plan B) tanpa harus selalu menunggu instruksi atasan.

Baca Juga :  Apa itu Board of Peace (Dewan Perdamaian)?

5. Evaluasi dan laporkan hasilnya. Setelah proyek selesai, buat laporan komprehensif berisi pencapaian target, rincian biaya, dan catatan evaluasi untuk diserahkan kepada kepala divisi/manajemen.

Analisis & Insight Tambahan: Mengapa Perusahaan Modern Sangat Bergantung pada PIC?

Sebagai praktisi manajemen sumber daya manusia (HR) dan project management, saya melihat tren penunjukan PIC di perusahaan modern (seperti startup dan corporate agile) bukan lagi sekadar soal “melempar tugas”, melainkan strategi inkubasi kepemimpinan (leadership incubation).

  • Desentralisasi Pengambilan Keputusan: Di era bisnis 2026 yang bergerak sangat cepat, menunggu persetujuan ( approval) berlapis dari Direktur untuk setiap detail event akan memperlambat operasional. Menunjuk PIC memotong birokrasi ini. PIC diberikan kewenangan otonom di level operasional sehingga eksekusi proyek menjadi jauh lebih lincah (agile).
  • Ajang Pembuktian Karier: Penunjukan sebagai PIC adalah litmus test (ujian pembuktian) dari atasan. Karyawan staf biasa yang sukses menjadi PIC sebuah proyek besar secara otomatis memasukkan namanya ke dalam daftar calon potensial untuk promosi jabatan struktural (seperti Supervisor atau Manajer) di masa depan.
  • Beban Mental (Burnout Risk): Di sisi lain, jika beban kerja harian tidak dikurangi saat seseorang ditunjuk menjadi PIC, risiko burnout sangat tinggi. Tanggung jawab ganda ini menuntut kemampuan manajemen stres dan time management tingkat dewa, karena kegagalan proyek PIC akan langsung mencoreng reputasi profesionalnya di mata atasan.

Tabel Perbandingan Krusial: PIC vs Supervisor vs Project Manager

Banyak karyawan yang masih bingung membedakan ketiga peran ini. Berikut adalah komparasinya secara teknis:

Aspek PenilaianPIC (Person in Charge)Supervisor (SPV)Project Manager (PM)
Fokus UtamaPelaksanaan 1 event/proyek spesifik (jangka pendek).Pengawasan kinerja karyawan harian & produktivitas tim (rutin).Pengelolaan strategi, budget besar, dan lintas departemen (jangka panjang).
OtoritasOtoritas penuh pada proyek yang dipegang saja.Mengawasi, membimbing, dan menilai kinerja staf bawahan.Otoritas penuh atas siklus hidup proyek (dari nol hingga closing).
Sifat JabatanSeringkali tugas tambahan/sementara.Jabatan struktural permanen di perusahaan.Jabatan profesional (sering tersertifikasi, misal: PMP).
Bentuk LaporanMelaporkan progres proyek ke Manajer/SPV.Melaporkan performa staf ke tingkat Manajerial.Melaporkan ROI proyek ke Direksi/Pemangku Kepentingan (Stakeholders).

Kesimpulan

Menjadi Person in Charge (PIC) adalah tanggung jawab besar yang membutuhkan perpaduan kuat antara hard skill (analisis data, perencanaan) dan soft skill (komunikasi, kepemimpinan, problem solving). Peran ini merupakan ujung tombak yang memastikan ide di atas kertas tereksekusi dengan sempurna di lapangan.

Baca Juga :  Apa Itu NPWP?

Saran saya, jika Anda dipercaya menjadi PIC, jangan pernah bekerja secara micromanagement (mengatur setiap detail pekerjaan anggota tim sendirian); belajarlah mendelegasikan tugas namun tetap awasi progresnya. Kami menyarankan agar Anda selalu memegang prinsip dokumentasi yang kuat catat setiap keputusan, revisi, dan kesepakatan dengan pihak eksternal untuk menghindari saling lempar kesalahan di akhir proyek. Menurut hemat saya, pandanglah tugas PIC bukan sebagai beban kerja tambahan yang menjengkelkan, melainkan sebagai panggung gratis dari perusahaan untuk memamerkan kapasitas kepemimpinan Anda demi eskalasi karier yang lebih cepat.

Sumber Referensi

FAQ (People Also Ask)

Apa itu pekerjaan PIC?

PIC (Person in Charge) adalah orang yang diberi mandat atau tanggung jawab penuh oleh manajemen untuk memimpin, memantau, dan memastikan berjalannya suatu kegiatan, program, atau event perusahaan hingga mencapai target yang ditentukan.

Berapa gaji seorang PIC?

Gaji seorang PIC sangat bervariasi. Sering kali, PIC bukanlah jabatan terpisah sehingga gajinya mengikuti posisi aslinya (ditambah bonus/insentif proyek jika ada). Namun, untuk lowongan yang murni mencari posisi PIC (seperti PIC Event atau PIC Operational), rentang gajinya di Indonesia berkisar antara Rp 4.000.000 hingga Rp 8.000.000, tergantung skala perusahaan dan UMR daerah.

Apa bedanya PIC dan SPV (Supervisor)?

PIC bertanggung jawab khusus untuk menyukseskan sebuah proyek atau event tertentu (bersifat task-based), sedangkan Supervisor bertanggung jawab secara permanen untuk mengawasi, membimbing, dan menilai kinerja karyawan di bawahnya sehari-hari (bersifat people-based).

Skill apa saja yang wajib dimiliki PIC?

Keterampilan mutlak yang harus dikuasai meliputi: komunikasi interpersonal yang baik, problem solving (pemecahan masalah), manajemen proyek dan waktu, kepemimpinan (untuk memotivasi tim), serta ketelitian terhadap detail (attention to detail).

Tinggalkan komentar