Apa itu Scam?

Scam adalah tindakan penipuan terencana di dunia digital maupun nyata yang bertujuan untuk mengelabui korban agar menyerahkan uang, barang berharga, atau data informasi pribadi (seperti PIN, password, dan NIK) melalui manipulasi psikologis. Pelaku scam (disebut scammer) sering menyamar sebagai pihak yang terpercaya seperti customer service bank, kurir paket, hingga calon pasangan romantis.

Key Takeaways

  • Motif Utama: Mendapatkan keuntungan finansial instan atau mencuri data sensitif (identity theft) untuk dijual/disalahgunakan.
  • Manipulasi Emosi: Scam bekerja dengan memicu dua emosi manusia: ketakutan (misal: akun akan diblokir) atau keserakahan (misal: menang hadiah ratusan juta).
  • Modus Phishing: Ini adalah bentuk scam paling umum di mana korban dipancing memberikan kode OTP melalui link (tautan) situs web palsu.
  • Filter Logika: Tawaran yang “too good to be true” (terlalu bagus untuk menjadi kenyataan) hampir bisa dipastikan adalah sebuah scam.

Cara Mencegah dan Menghindari Jebakan Scam

Berdasarkan laporan Global Anti-Scam Alliance (GASA), 35% masyarakat masih terjebak penipuan meski merasa sudah memahaminya. Untuk itu, jadikan langkah-langkah berikut sebagai tameng digital Anda:

1. Verifikasi Kredibilitas Pengirim Pesan

Periksa nama dan nomor pengirim jika Anda menerima pesan hadiah atau tagihan. Instansi resmi selalu menggunakan nomor bisnis terverifikasi (centang biru di WhatsApp) atau domain email resmi (bukan @gmail.com atau @yahoo.com).

2. Jangan Pernah Membagikan Kode OTP

Rahasiakan kode One Time Password (OTP), PIN, atau password Anda dari siapa pun. Customer Service bank yang asli tidak akan pernah meminta data tersebut dengan alasan apa pun.

Baca Juga :  Apa itu Kiong Hi?

3. Tahan Diri dari Mengklik Link Sembarangan

Hindari menekan link berbentuk APK (Aplikasi) yang dikirim oleh nomor tidak dikenal, sering kali berkedok “Cek Resi Paket” atau “Surat Undangan Nikah”. Mengklik link tersebut dapat memicu peretasan ponsel dari jarak jauh.

4. Jangan Bereaksi Saat Panik

Tenangkan diri Anda jika ditelepon oleh seseorang yang mengaku dari kepolisian atau rumah sakit yang menyatakan keluarga Anda kecelakaan. Matikan telepon tersebut, lalu hubungi langsung nomor keluarga Anda yang bersangkutan untuk memastikan kebenarannya.

5. Aktifkan Fitur 2FA (Two-Factor Authentication)

Nyalakan sistem Autentikasi Dua Langkah di semua akun media sosial, email, dan mobile banking Anda. Fitur ini akan meminta persetujuan ganda melalui aplikasi atau SMS setiap kali ada yang mencoba masuk ke akun Anda.

Analisis & Insight Tambahan: Mengapa Kita Mudah Terkecoh Scam?

Sebagai analis keamanan siber, saya sering ditanya: “Mengapa orang berpendidikan tinggi sekalipun bisa terkena scam?” Jawabannya ada pada taktik rekayasa sosial (Social Engineering) yang digunakan oleh para scammer.

Scammer profesional di tahun 2026 tidak lagi membobol sistem firewall bank yang mahal; mereka meretas “otak manusia” karena itu adalah celah keamanan paling lemah. Mereka menggunakan Scare Tactics (taktik menakut-nakuti) dipadukan dengan tenggat waktu (urgency). Misalnya, “Rekening Anda akan dibekukan dalam 10 menit jika tidak mengklik tautan ini.” Ketika otak manusia berada dalam tekanan waktu dan rasa panik, bagian otak prefrontal cortex (pusat logika) akan mati sementara, digantikan oleh amigdala (pusat reaktif). Dalam mode reaktif inilah, korban secara impulsif memberikan data sensitif tanpa berpikir panjang. Implikasi jangka panjang dari scam, seperti pencucian uang melalui rekening korban (Love Scam) hingga jebakan kerja paksa (Human Trafficking) di luar negeri, menunjukkan bahwa literasi digital bukan lagi sekadar kemampuan menggunakan gadget, melainkan keterampilan bertahan hidup (survival skill).

Baca Juga :  Apa itu OPT (Organisme Pengganggu Tanaman)?

Visualisasi Data: Jenis-Jenis Scam Terpopuler di Indonesia

Agar Anda lebih waspada, berikut adalah matriks jenis scam yang paling sering memakan korban beserta modus operandinya:

Jenis ScamModus Operandi (Cara Kerja)Kerugian yang Dialami Korban
Phishing / SmishingMengirim link situs palsu via Email/SMS yang menyerupai tampilan bank atau instansi resmi.Akun diambil alih, saldo rekening/dompet digital terkuras habis.
Love ScamMenjalin asmara palsu via aplikasi kencan, lalu meminjam uang dengan berbagai alasan darurat.Kerugian finansial besar dan trauma psikologis (patah hati).
Job/Survey ScamMenawarkan kerja sampingan (menyukai video/mengisi survei) dengan syarat menyetor uang deposit awal.Uang deposit hilang (Skema Ponzi digital).
Cold Call ScamMenelepon secara acak menyamar sebagai CS Bank/Polisi, memanipulasi korban agar mentransfer uang.Penipuan transfer langsung (Wire Fraud).

Kesimpulan

Scam adalah ancaman laten di dunia digital yang terus berevolusi mencari celah kelengahan psikologis manusia. Berawal dari rayuan manis atau ancaman palsu, kejahatan ini mampu melumpuhkan logika korban dalam hitungan detik untuk menyerahkan aset paling berharganya.

Baca Juga :  Apa itu Cortisol?

Menurut hemat saya, tidak ada satu pun software anti-virus yang bisa melindungi Anda jika Anda secara sukarela menyerahkan kunci brankas (OTP) Anda kepada penipu. Saran saya, terapkan prinsip Zero Trust (Jangan Percaya Siapa Pun) di internet. Jika sebuah tawaran terasa terlalu mendesak atau terlalu menggiurkan, berhentilah sejenak dan verifikasi melalui jalur resmi. Kami menyarankan agar Anda tidak pernah membagikan foto KTP selfie di media sosial atau kepada pihak yang legalitas usahanya (seperti Pinjol) tidak terdaftar di OJK, untuk menghindari pencurian identitas di masa depan.

Sumber Referensi

FAQ (People Also Ask)

Apa itu scam dan contohnya?

Scam adalah bentuk penipuan yang memanfaatkan manipulasi psikologis untuk mencuri uang atau data pribadi. Contohnya: mendapat pesan WhatsApp menang undian ratusan juta yang mengharuskan transfer pajak terlebih dahulu, atau menerima link APK kurir paket palsu.

Apa perbedaan spam dan scam?

Spam adalah pesan sampah atau iklan promosi yang dikirim secara massal dan mengganggu, tetapi biasanya tidak berbahaya secara finansial. Sedangkan scam adalah murni kejahatan penipuan terencana yang bertujuan merampok uang atau mencuri data Anda.

Bagaimana cara kerja phising (bagian dari scam)?

Phising bekerja dengan cara mengirimkan link tautan palsu yang desain lamannya dibuat sangat mirip dengan website resmi (seperti halaman login bank). Saat korban memasukkan username dan password di web palsu tersebut, data akan langsung terekam oleh penipu.

Apa yang harus dilakukan jika sudah terlanjur kena scam?

Segera blokir kartu ATM/Kredit Anda melalui aplikasi mobile banking atau hubungi call center bank resmi. Ubah seluruh password akun email dan media sosial, lalu laporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dengan membawa bukti tangkapan layar (screenshot).

Tinggalkan komentar