Signifikan adalah kata sifat yang berarti penting, bermakna, atau memiliki pengaruh yang cukup besar untuk diperhatikan. Merupakan kata serapan dari bahasa Inggris (significant), istilah ini sering digunakan untuk menegaskan bahwa suatu perubahan, perbedaan, atau temuan bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan, melainkan nyata dan berdampak luas.
Key Takeaways
- Definisi KBBI: Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, signifikan berarti penting atau berarti.
- Sinonim Utama: Relevan, substansial, istimewa, mencolok, dan nyata.
- Konteks Penggunaan: Paling sering digunakan dalam ranah formal seperti karya ilmiah, statistik (uji hipotesis), laporan keuangan, dan berita jurnalistik.
- Antonim (Lawan Kata): Tidak penting, remeh, kecil, atau tidak berarti (sering disebut tidak signifikan).
Cara Menerapkan Kata “Signifikan” dalam Penulisan Ilmiah & Statistik
Dalam dunia penelitian, kata “signifikan” bukan sekadar sinonim dari kata “penting”, melainkan sebuah label mutlak yang menentukan nasib sebuah teori. Berikut adalah cara kerjanya secara berurutan:
1. Rumuskan Hipotesis (Dugaan Sementara)
Buatlah pernyataan yang ingin Anda uji. Misalnya, Anda menduga bahwa ada hubungan antara “kurang minum air putih” dengan “penurunan konsentrasi kerja”.
2. Kumpulkan dan Uji Data Statistik
Lakukan uji statistik (seperti uji-T atau ANOVA) pada data yang telah Anda kumpulkan. Sistem statistik akan menghitung apakah perbedaan data tersebut terjadi secara kebetulan atau karena ada sebab-akibat yang pasti.
3. Tentukan Tingkat Signifikansi (Taraf Kepercayaan)
Tetapkan persentase kepercayaannya. Jika hasil tes menunjukkan tingkat kepercayaan 95% atau 98%, maka hasil tersebut dilabeli sebagai “signifikan”.
4. Tarik Kesimpulan
Putuskan nasib hipotesis Anda. Jika hasil ujinya signifikan atau sangat signifikan, berarti hipotesis awal Anda diterima dan terbukti benar (nyata). Jika hasilnya tidak signifikan, maka hipotesis Anda ditolak karena datanya terlalu lemah.
Analisis Pakar: Mengapa Diksi “Signifikan” Sering Disalahgunakan?
Sebagai ahli linguistik dan metodologi penelitian, saya sering mengamati penyalahgunaan kata “signifikan” di era digital (terutama dalam artikel populer dan klaim marketing).
Dalam bahasa sehari-hari, seorang pemasar mungkin berkata, “Krim ini memberikan perubahan signifikan pada wajah dalam 2 hari”. Di sini, “signifikan” hanya digunakan sebagai alat persuasi emosional (hiperbola) yang setara dengan kata “drastis” atau “besar-besaran”.
Namun, dalam bahasa akademis dan jurnalistik investigasi, “signifikan” harus memiliki pembuktian kuantitatif. Sebuah pertumbuhan ekonomi tidak bisa disebut “naik signifikan” jika kenaikannya hanya 0,1%. Ia baru bermakna “signifikan” jika kenaikan tersebut terbukti memengaruhi daya beli masyarakat atau menurunkan angka pengangguran secara nyata (substansial). Oleh karena itu, penggunaan kata ini menuntut tanggung jawab data yang kuat; ia adalah batas tegas antara fakta yang kredibel dan sekadar asumsi belaka.
Visualisasi Penggunaan: Signifikan vs Tidak Signifikan
Untuk memudahkan pemahaman konteks, berikut perbandingan penggunaannya dalam berbagai bidang:
| Bidang | Konteks: Signifikan (Penting/Nyata) | Konteks: Tidak Signifikan (Remeh/Kebetulan) |
| Kesehatan | “Penurunan kasus Covid-19 sangat signifikan berkat vaksinasi masal.” | “Efek samping obat tersebut tidak signifikan terhadap pasien dewasa.” |
| Ekonomi | “Kenaikan harga BBM berdampak signifikan pada inflasi pangan.” | “Fluktuasi harga saham hari ini tidak signifikan memengaruhi pasar.” |
| Pendidikan | “Metode belajar visual meningkatkan nilai ujian secara signifikan.” | “Perbedaan nilai antara siswa kelas A dan B tidak terlalu signifikan.” |
Kesimpulan
Kata “signifikan” adalah salah satu diksi terkuat dalam bahasa Indonesia untuk melegitimasi pentingnya suatu hal, peristiwa, atau penemuan. Baik dalam percakapan formal, berita ekonomi, maupun di dalam ketatnya uji statistik laboratorium, kata ini berfungsi sebagai stempel yang menyatakan bahwa “hal ini benar-benar penting dan bukan sekadar kebetulan”.
Menurut hemat saya, penguasaan kosakata seperti “signifikan” sangat krusial bagi pelajar, mahasiswa, dan profesional untuk menyusun kalimat yang efektif dan berbobot. Saran saya, hindari menggunakan kata ini jika Anda tidak memiliki dasar argumen atau data yang kuat untuk mendukungnya, agar tulisan Anda tidak terkesan asbun (asal bunyi). Kami menyarankan agar para penulis pemula mulai membiasakan diri menggunakan variasi sinonim (seperti substansial atau relevan) agar struktur kalimat tidak monoton saat mendeskripsikan suatu hal yang berdampak besar.
Sumber Referensi
FAQ (People Also Ask)
Apa arti dari kata signifikan?
Signifikan berarti penting, berarti, atau memiliki pengaruh yang cukup besar sehingga layak untuk diperhatikan. Kata ini merupakan serapan dari bahasa Inggris “significant“.
Apa contoh kalimat menggunakan kata signifikan?
Contoh: “Penemuan vaksin tersebut menjadi langkah signifikan dalam mengakhiri pandemi global.” atau “Semenjak ia berlatih setiap hari, kemampuan menulisnya meningkat secara signifikan.”
Apa bedanya signifikan dan drastis?
“Signifikan” lebih merujuk pada seberapa penting dan nyatanya sebuah pengaruh atau perubahan (bisa positif atau negatif, cepat atau lambat). Sementara “drastis” lebih merujuk pada perubahan yang sifatnya sangat cepat, tiba-tiba, dan ekstrem.
Apa makna signifikan dalam penelitian?
Dalam penelitian atau statistika, “signifikan” berarti hasil uji data menunjukkan bahwa temuan tersebut (perbedaan atau pengaruh antar variabel) adalah nyata, dapat dipercaya, dan tidak terjadi sekadar karena kebetulan.
Apa lawan kata (antonim) dari signifikan?
Lawan kata dari signifikan adalah: tidak penting, tidak berarti, remeh, kecil, atau tidak memiliki dampak.