Tadarus adalah kegiatan membaca, menyimak, mempelajari, dan menelaah makna Al-Qur’an yang dilakukan secara bersama-sama oleh dua orang atau lebih secara bergantian. Istilah ini berasal dari kata bahasa Arab darasa yang bermakna “mempelajari”, dan sering menjadi tradisi utama umat Islam di masjid selama bulan suci Ramadhan.
Key Takeaways
- Bukan Sekadar Membaca: Berbeda dengan tilawah yang fokus pada bacaan individu, tadarus menekankan pada interaksi (saling menyimak) dan pemahaman (tadabbur) isi kandungan Al-Qur’an.
- Hukum dan Waktu: Hukumnya adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Meskipun identik dengan bulan Ramadhan (biasanya setelah shalat Tarawih), tadarus sangat baik diamalkan sepanjang tahun.
- Keutamaan Utama: Mendatangkan ketenangan batin, mempererat ukhuwah (persaudaraan), serta dijanjikan syafaat (pertolongan) dari Al-Qur’an pada hari kiamat.
- Metode Interaktif: Idealnya dilakukan dalam format halaqah (melingkar), di mana satu orang membaca dengan tartil dan yang lainnya menyimak untuk mengoreksi jika ada kesalahan tajwid.
Panduan Tata Cara Tadarus Al-Qur’an yang Benar (Step-by-Step)
Agar aktivitas tadarus bernilai ibadah yang maksimal dan adabnya terjaga, ikuti urutan tata cara berikut ini:
1. Bersuci (Wudhu)
Sucikan diri Anda dari hadas kecil dengan berwudhu sebelum menyentuh mushaf Al-Qur’an, sebagai bentuk penghormatan terhadap kitab suci.
2. Berpakaian Sopan dan Menghadap Kiblat
Kenakan pakaian yang bersih, wangi, dan menutup aurat. Posisikan duduk Anda menghadap kiblat (Ka’bah) di tempat yang suci, seperti di masjid atau musala rumah.
3. Mulai dengan Ta’awudz dan Basmalah
Bacalah A’udzubillahi minasy syaithanir rajim untuk memohon perlindungan Allah dari godaan setan, dilanjutkan dengan Bismillahirrahmanirrahim di awal setiap surah (kecuali Surah At-Taubah).
4. Membaca secara Bergantian (Sistem Halaqah)
Aturlah giliran membaca. Satu orang membaca beberapa ayat atau satu halaman, sementara anggota kelompok yang lain fokus menyimak. Jika ada kesalahan makhraj atau tajwid, penyimak wajib mengoreksinya dengan sopan.
5. Baca dengan Tartil dan Tadabbur
Lafalkan ayat dengan perlahan (tartil), tidak tergesa-gesa. Luangkan waktu sejenak untuk membaca terjemahan atau tafsir singkat agar kelompok dapat memahami (tadabbur) pesan yang baru saja dibaca.
Analisis Pakar: Mengapa Tadarus Jauh Lebih Penting daripada Sekadar “Kejar Khatam”?
Sebagai ahli ilmu Al-Qur’an dan pengamat tradisi Islam, ada fenomena yang sering disalahpahami oleh masyarakat awam setiap bulan Ramadhan: yaitu obsesi mengkhatamkan Al-Qur’an secepat mungkin (bahkan hingga 3-4 kali sebulan) namun mengabaikan esensi dari tadarus itu sendiri.
Dalam linguistik Arab, kata tadarus menggunakan pola (wazan) tafa’ul, yang mensyaratkan adanya partisipasi aktif dua pihak atau lebih. Artinya, roh dari tadarus adalah koreksi dan pembelajaran. Di Indonesia, tradisi tadarus malam menggunakan pengeras suara sering kali bergeser menjadi ajang “balap lari” membaca ayat tanpa mementingkan kaidah tajwid, apalagi memahami maknanya.
Membaca dengan tartil (pelan dan jelas) meski hanya satu juz per malam, namun diiringi dengan proses saling membenarkan bacaan dan merenungkan terjemahannya, jauh lebih berdampak pada kecerdasan spiritual dan emosional seseorang. Rasulullah SAW sendiri bertadarus dengan Malaikat Jibril setiap malam Ramadhan bukan untuk berlomba cepat, melainkan untuk menjaga kualitas hafalan (muraja’ah) dan pemahaman wahyu. Inilah added value (nilai tambah) yang harus dikembalikan pada tradisi tadarus modern.
Tabel Perbedaan: Tadarus, Tilawah, dan Tartil
Agar tidak tertukar dalam penyebutan istilah, perhatikan perbedaan karakteristik ketiganya:
| Istilah | Asal Makna | Fokus Utama Aktivitas | Konteks Pelaksanaan |
| Tadarus | Darasa (Mempelajari) | Saling menyimak, mengoreksi, dan memahami makna. | Kolektif (kelompok minimal 2 orang). |
| Tilawah | Talā (Membaca/Mengikuti) | Membaca ayat secara verbal dengan kaidah yang benar. | Individual (bisa sendiri). |
| Tartil | Rattala (Perlahan/Jelas) | Kecepatan membaca (tempo pelan, makhraj huruf jelas). | Teknik/Gaya membaca. |
Kesimpulan
Tadarus bukan sekadar rutinitas membaca teks berbahasa Arab secara maraton, melainkan sebuah madrasah interaktif untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui pemahaman firman-Nya. Melalui tadarus, kita belajar rendah hati menerima koreksi dan belajar bijak dalam menyimak.
Menurut hemat saya, di era digital saat ini, tadarus tidak harus selalu bertatap muka secara fisik. Anda bisa memanfaatkan panggilan video kelompok untuk bertadarus bersama keluarga yang jauh. Saran saya, jangan jadikan khatam 30 Juz sebagai satu-satunya target utama Ramadhan Anda; targetkanlah untuk setidaknya memahami tafsir dari satu surah baru setiap tahunnya. Kami menyarankan agar setiap kelompok tadarus memiliki setidaknya satu orang yang fasih ilmu tajwid untuk bertindak sebagai musahhih (pengoreksi) agar bacaan tetap terjaga kemurniannya.
Sumber Referensi
FAQ (People Also Ask)
Apa pengertian tadarus Al-Qur’an?
Tadarus Al-Qur’an adalah kegiatan membaca, menyimak, dan mempelajari kitab suci Al-Qur’an yang dilakukan secara bersama-sama (berkelompok) di mana anggotanya saling bergantian membaca dan membenarkan bacaan satu sama lain.
Apa bedanya tadarus dan mengaji biasa?
Mengaji biasa (tilawah) bisa dilakukan sendirian tanpa ada yang menyimak. Sedangkan tadarus mensyaratkan adanya interaksi; minimal ada dua orang, di mana satu orang membaca dan yang lainnya bertugas mendengarkan (menyimak) serta mengoreksi jika terjadi kesalahan.
Apa tujuan utama dari kegiatan tadarus?
Tujuan utamanya bukan sekadar menyelesaikan bacaan 30 Juz dengan cepat, melainkan untuk mempelajari tata cara membaca yang benar (tajwid), menjaga hafalan, dan memahami (mentadabburi) makna yang terkandung di dalam ayat-ayat tersebut.
Kapan waktu yang paling baik untuk tadarus?
Meskipun boleh dilakukan kapan saja, waktu yang paling dianjurkan dan memiliki nilai pahala berlipat ganda adalah pada malam hari di bulan suci Ramadhan, umumnya dilakukan setelah pelaksanaan shalat Tarawih.