Bunga Gerbera (Hebras): Sejarah, Jenis, & Cara Budidayanya (2026)

Bunga Gerbera (Gerbera jamesonii), atau dikenal di Indonesia sebagai Hebras, adalah tanaman hias semak dari famili Asteraceae yang berasal dari Afrika Selatan. Tanaman ini populer sebagai bunga potong karena daya tahannya yang lama (hingga 3 minggu) dan memiliki bongkol bunga besar berwarna cerah seperti merah, kuning, oranye, dan pink. Ditemukan oleh Traugott Gerber dan Robert Jameson, Gerbera kini memiliki lebih dari 2.000 kultivar hasil persilangan.

Key Takeaways

  • Asal Usul: Ditemukan di Afrika Selatan, dinamai untuk menghormati Traugott Gerber (Jerman) dan Robert Jameson.
  • Habitat Ideal: Dataran tinggi (560-1.400 mdpl) dengan suhu sejuk 13-30°C dan curah hujan 1.900-2.800 mm/tahun.
  • Manfaat Ekonomi: Komoditas bunga potong ekspor dan penghasil minyak atsiri untuk industri parfum/kosmetik.
  • Jenis Populer: Gerbera jamesonii (lokal), Fantasi Double Purple (lapis dua), dan varietas hibrida Belanda (Orange Jaffa, Ventury).

Cara Budidaya & Merawat Bunga Gerbera Agar Rajin Berbunga

Gerbera adalah tanaman perennial (tahunan) yang membutuhkan perawatan spesifik agar menghasilkan bunga berkualitas. Berikut panduan langkah demi langkahnya:

1. Persiapan Media Tanam yang Tepat

Gunakan tanah lempung berpasir yang subur dan kaya bahan organik (humus). Pastikan drainase sangat baik karena akar Gerbera rentan busuk jika tergenang air.

  • pH Ideal: 5.5 – 7.0
  • Tips: Jika tanah di rumah Anda liat/padat, tanamlah di raised bed (bedengan tinggi) atau pot dengan campuran pasir dan kompos.

2. Teknik Penanaman

  • Lahan: Buat lubang tanam sedalam daun cangkul dengan jarak 20-25 cm. Tanam bibit tegak lurus, pastikan pangkal batang (crown) berada sedikit di atas permukaan tanah. Jangan menimbun pangkal batang karena bisa menyebabkan busuk batang.
  • Pot: Pilih pot dengan lubang drainase yang baik. Isi media tanam, letakkan bibit di tengah, dan padatkan perlahan.
Baca Juga :  Mengenal Asal-Usul Tauco Cianjur: Sejarah, Cara Pembuatan, & Keunikan Kuliner Cianjur (2026)

3. Penyiraman & Pencahayaan

  • Cahaya: Gerbera menyukai sinar matahari pagi penuh, namun butuh naungan di siang hari yang terik (terutama di dataran rendah).
  • Air: Siram di pagi hari langsung ke media tanam. Hindari menyiram dari atas (daun/bunga) untuk mencegah penyakit jamur (powdery mildew). Biarkan tanah agak kering sebelum penyiraman berikutnya.

4. Pemupukan Rutin

Berikan pupuk NPK seimbang (2-4 gram/tanaman) setiap bulan untuk memacu pertumbuhan. Semprotkan juga pupuk daun yang mengandung mikronutrien (Zat Besi/Mangan) jika daun terlihat menguning.

5. Pemangkasan (Deadheading)

Segera potong bunga yang sudah layu hingga ke pangkal batang. Ini merangsang tanaman untuk memproduksi kuncup bunga baru lebih cepat. Buang juga daun tua yang mengering untuk menjaga sanitasi.

Analisis Pakar: Potensi Ekonomi & Tantangan Budidaya di Indonesia

Sebagai komoditas hortikultura, Gerbera memiliki nilai strategis yang tinggi namun sering diremehkan:

  • Nilai Ekspor & Industri: Selain pasar bunga potong dekorasi, Gerbera adalah sumber minyak atsiri yang bernilai tinggi untuk industri sabun dan parfum. Sentra produksi seperti Brastagi (Sumut) dan Cipanas (Jabar) memiliki potensi besar untuk menembus pasar ekspor jika kualitas pasca-panen ditingkatkan.
  • Sensitivitas Iklim Tropis: Tantangan utama di Indonesia adalah kelembapan tinggi yang memicu jamur Cercospora dan Botrytis. Penggunaan greenhouse plastik UV sederhana sangat disarankan untuk melindungi tanaman dari hujan deras langsung yang bisa merusak kelopak bunga dan memicu busuk akar.
  • Inovasi Hibrida: Kultivar impor dari Belanda (Holland) memiliki ukuran bunga lebih besar dan tangkai kokoh, namun varietas lokal lebih tahan banting terhadap hama. Petani cerdas biasanya mengombinasikan keduanya untuk diversifikasi produk.

Tabel Klasifikasi Jenis Bunga Gerbera

Berikut adalah perbedaan karakteristik jenis Gerbera yang umum beredar di pasaran:

Baca Juga :  Tanaman Hias Bunga Mawar: Jenis, Manfaat, & Cara Merawatnya (Update 2026)
Tipe BungaStruktur MahkotaContoh VarietasKarakteristik Visual
Selapis (Single)Satu lapis kelopakGerbera jamesonii (Lokal)Simpel, klasik, warna tajam.
Ganda (Double)Dua lapis atau lebihFantasi Double PurpleLebih tebal, terlihat penuh (fluffy).
Tiga Lapis (Triple)Tiga lapis tumpukFantasi Triple RedSangat padat, gradasi warna unik.
Hibrida BelandaUkuran JumboYustika, Orange JaffaDiameter besar (>10cm), tangkai tebal.

Kesimpulan

Bunga Gerbera (Hebras) adalah pilihan tepat bagi Anda yang menginginkan kebun penuh warna atau bisnis bunga potong yang menjanjikan. Kunci suksesnya terletak pada drainase tanah dan teknik penyiraman yang tidak membasahi daun.

Saran saya, jika Anda pemula, mulailah dengan menanam di pot menggunakan varietas lokal yang lebih toleran cuaca. Kami menyarankan untuk rutin melakukan deadheading (membuang bunga mati) agar tanaman “tertipu” untuk terus berbunga sepanjang tahun. Menurut hemat saya, investasi pada naungan plastik sederhana akan menyelamatkan tanaman Anda dari risiko kematian akibat hujan tropis yang ekstrem.

Sumber Referensi

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa perbedaan Gerbera dan Hebras?

Tidak ada perbedaan. Hebras (atau Gebras) adalah nama lokal yang umum digunakan masyarakat Indonesia untuk menyebut tanaman Gerbera (Gerbera jamesonii).

Berapa lama bunga Gerbera bisa bertahan setelah dipotong?

Sebagai bunga potong, Gerbera memiliki ketahanan yang sangat baik, yaitu sekitar 1 hingga 3 minggu dalam vas air bersih, terutama jika pangkal tangkainya dipotong miring dan air diganti rutin.

Mengapa daun Gerbera saya menguning?

Penyebab utamanya biasanya adalah kelebihan air (overwatering) yang memicu busuk akar, atau kekurangan unsur hara mikro seperti Zat Besi (Iron). Pastikan media tanam tidak becek.

Kapan waktu terbaik menanam Gerbera?

Waktu terbaik adalah awal musim hujan atau awal musim kemarau (jika irigasi tersedia). Hindari menanam di puncak musim hujan tanpa naungan karena bibit muda rentan busuk.

Tinggalkan komentar