Apa itu Sangjit?

Sangjit adalah upacara pertunangan resmi dan prosesi seserahan dalam budaya Tionghoa-Indonesia (Hokkien) yang dilakukan setelah lamaran dan sebelum hari pernikahan. Pihak keluarga pria akan mendatangi kediaman wanita membawa berbagai hantaran bernilai simbolis dalam nampan berwarna merah sebagai bukti komitmen, kesiapan ekonomi, dan harapan kemakmuran untuk calon pengantin.

Key Takeaways

  • Waktu Pelaksanaan: Idealnya dilakukan antara 1 minggu hingga 6 bulan sebelum pernikahan, khusus pada pagi/siang hari (pukul 10.00 – 13.00).
  • Aturan Nampan: Hantaran dibawa dalam jumlah genap oleh keluarga pria (biasanya kerabat yang belum menikah), dan keluarga wanita wajib mengembalikan sebagian isi hantaran tersebut.
  • Makna Filosofis: Mencerminkan lima nilai luhur Tionghoa: Ren (Kasih), Yi (Kebenaran), Li (Kesopanan), Xin (Kejujuran), dan Ti (Kebijaksanaan).
  • Perbedaan dengan Tingjing: Tingjing adalah prosesi lamaran pengalungan kalung, sedangkan Sangjit adalah prosesi penyerahan simbolis harta dan kebutuhan pranikah.

Panduan Step-by-Step Prosesi Sangjit

Agar prosesi berjalan lancar dan sesuai dengan kaidah adat Tionghoa, berikut adalah tata cara pelaksanaannya:

1. Penentuan Waktu & Persiapan Rombongan

Tetapkan hari baik (auspicious day) berdasarkan kalender lunar. Rombongan pria dipimpin oleh kerabat yang dituakan, dibantu oleh pemuda/pemudi yang belum menikah untuk membawa nampan hantaran.

2. Kedatangan & Penyambutan (Pukul 10.00)

Sambut rombongan pria di depan pintu rumah calon pengantin wanita. Perwakilan keluarga wanita (biasanya orang tua atau wali) akan menerima rombongan dan mempersilakan masuk. Mempelai pria mungkin akan menghadapi beberapa “tantangan” kecil atau tes sebelum diizinkan bertemu calon istrinya.

3. Penyerahan Hantaran Sangjit

Serahkan nampan hantaran secara berurutan. Setiap nampan memiliki makna spesifik, mulai dari uang, perhiasan, pakaian, hingga makanan.

4. Upacara Penghormatan (Tea Pai)

Sajikan teh oleh kedua calon mempelai kepada orang tua pihak wanita sebagai simbol penghormatan, rasa terima kasih, dan permohonan restu.

Baca Juga :  Apa itu KNetz?

5. Pengembalian Hantaran Balasan

Kembalikan separuh dari isi hantaran pihak pria (seperti kue dan buah), ditambah dengan hantaran khusus dari pihak wanita (seperti pakaian pria). Ini melambangkan bahwa keluarga wanita tidak “menjual” anak perempuannya dan kedua keluarga akan saling berbagi rezeki.

6. Makan Siang Bersama

Tutup rangkaian acara dengan perjamuan makan siang yang disiapkan oleh keluarga wanita sebagai tanda keakraban dan penyatuan dua keluarga besar.

Analisis Pakar: Mengapa Ritual Sangjit Tetap Relevan?

Sebagai pengamat budaya Tionghoa-Nusantara, tradisi Sangjit bukanlah sekadar ajang pamer kekayaan, melainkan memiliki fungsi sosiologis dan psikologis yang mendalam bagi kedua keluarga.

  • Validasi Kesiapan Ekonomi:Hantaran berupa perhiasan emas, uang susu (untuk ibu mempelai wanita), dan perlengkapan pakaian merupakan bukti konkret (sekala) bahwa mempelai pria memiliki kapasitas finansial untuk menghidupi keluarga barunya.
  • Filosofi “Berbagi” (Pengembalian Hantaran):Aturan di mana pihak wanita harus mengembalikan sebagian hantaran (biasanya 50%) adalah kunci dari diplomasi Sangjit. Jika keluarga wanita mengambil seluruh hantaran, itu dianggap “memutuskan hubungan” dengan anak perempuannya (seolah-olah sudah dibeli sepenuhnya). Dengan mengembalikan sebagian, ikatan silaturahmi antara keluarga asal dan keluarga baru akan terus terjalin selamanya.
  • Adaptasi Modern (Praktis):Di era modern, komponen hantaran sering disesuaikan. Kaki babi utuh bisa diganti dengan makanan kaleng, dan prosesi yang dulu rumit kini bisa dilakukan di restoran private (seperti Empurau Resto) demi kepraktisan, tanpa menghilangkan esensi warna merah dan emas yang melambangkan penolak bala (warding off evil spirits) dan penarik hoki.

Tabel Rincian Isi Nampan Hantaran Sangjit

Berikut adalah standar hantaran yang wajib dipersiapkan oleh kedua belah pihak:

Kategori HantaranDari Pihak Pria (Untuk Wanita)Hantaran Balasan (Dari Pihak Wanita)
Uang (Angpau)Uang Susu & Uang Pesta (Jumlah berakhiran 8/9)Angpau balasan (Simbol berkah/keberuntungan)
Pakaian & Estetika1 set pakaian wanita, skincare, perhiasan emasPakaian baru pria, perlengkapan mandi pria
Simbolik KehidupanLilin merah berikat pita, buah genap (Apel/Jeruk)Sirup merah (2 botol), sprei & selimut baru
Makanan & Minuman2 botol Anggur/Sampanye, kue manisan, kaki babi/kalengMengembalikan 50% buah, kue, dan 1 botol anggur

Kesimpulan

Sangjit adalah salah satu pilar budaya paling esensial dalam pernikahan Tionghoa-Indonesia. Lebih dari sekadar pertukaran materi, tradisi ini adalah medium komunikasi tanpa kata yang menyatakan rasa hormat, tanggung jawab, dan harapan akan kehidupan rumah tangga yang manis serta harmonis.

Baca Juga :  Apa itu Cetik?

Saran saya, bagi pasangan yang merencanakan Sangjit, komunikasikan isi nampan hantaran jauh-jauh hari antara kedua belah pihak keluarga agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai ekspektasi “uang susu” maupun barang bawaan. Kami menyarankan agar Anda mempertahankan tradisi warna merah pada nampan dan pakaian, karena secara psikologis hal ini membangun aura kebahagiaan. Menurut hemat saya, keluwesan dalam mengadaptasi isi hantaran dengan kebutuhan modern calon pengantin akan membuat tradisi Sangjit ini terus relevan dan tidak memberatkan generasi muda Tionghoa di masa depan.

Sumber Referensi

FAQ (People Also Ask)

Apa bedanya Sangjit dan Tingjing?

Tingjing adalah prosesi lamaran awal (proposal) di mana pihak pria mengalungkan kalung sebagai tanda pengikat resmi. Sedangkan Sangjit adalah prosesi lanjutan berupa penyerahan harta/seserahan pranikah yang dilakukan mendekati hari pernikahan.

Kapan waktu yang tepat untuk melakukan Sangjit?

Sangjit umumnya dilakukan antara satu minggu hingga enam bulan sebelum hari pernikahan resmi. Acara ini wajib dilangsungkan pada pagi hingga siang hari, antara pukul 10.00 hingga 13.00.

Mengapa keluarga wanita harus mengembalikan sebagian hantaran?

Mengembalikan sebagian hantaran (biasanya setengah) adalah simbol bahwa keluarga wanita tidak “menjual” putrinya. Ini juga melambangkan niat baik untuk saling berbagi rezeki, kemakmuran, dan menjaga hubungan kekeluargaan yang erat dengan pihak pria.

Apa makna “Uang Susu” dalam Sangjit?

Uang susu adalah angpau khusus yang diberikan oleh pihak pria kepada ibu kandung pengantin wanita. Ini merupakan bentuk rasa terima kasih dan penghargaan atas jerih payah sang ibu yang telah melahirkan, menyusui, dan membesarkan calon istrinya.

Tinggalkan komentar