Apa itu Backburner?

Backburner adalah istilah gaul bahasa Inggris yang merujuk pada situasi di mana seseorang sengaja “disimpan” sebagai opsi cadangan atau alternatif dalam sebuah hubungan romantis. Alih-alih dijadikan prioritas utama, orang yang menjadi backburner hanya dihubungi sesekali agar tetap memiliki keterikatan emosional, untuk berjaga-jaga jika hubungan utama sang pelaku gagal.

Key Takeaways

  • Asal Usul Kata: Secara harfiah berasal dari idiom memasak “on the back burner” (panci di kompor belakang), yang berarti sesuatu yang ditunda, diabaikan, atau tidak mendesak untuk segera diurus.
  • Karakteristik Hubungan: Ditandai dengan komunikasi yang tidak konsisten (hanya datang saat butuh), status hubungan yang selalu menggantung tanpa komitmen (situationship), dan sering memberi harapan palsu.
  • Populer Karena NIKI: Istilah ini meledak di kalangan Gen Z Indonesia berkat lagu berjudul “Backburner” dari NIKI yang menceritakan kerelaan seseorang menjadi pilihan kedua.
  • Risiko Mental: Berada di posisi ini sangat merugikan, karena dapat menurunkan harga diri (self-esteem), memicu kecemasan (overthinking), dan membuang waktu Anda dari orang yang benar-benar peduli.

Cara Keluar dari Jebakan Hubungan Backburner (Step-by-Step)

Jika Anda menyadari bahwa Anda selalu menjadi “rencana cadangan” bagi seseorang, jangan biarkan diri Anda terus dimanipulasi. Berikut adalah langkah tegas untuk mengatasinya:

1. Hentikan Ketersediaan Instan Anda

Jangan selalu langsung membalas pesannya atau mengiyakan ajakannya saat ia tiba-tiba muncul setelah lama menghilang. Tarik kembali waktu dan energi Anda. Tunjukkan bahwa hidup Anda sibuk dan berharga.

Baca Juga :  Apa itu Suges?

2. Komunikasikan Batasan Secara Tegas

Tanyakan kejelasan hubungan secara langsung. Anda bisa berkata, “Aku butuh kejelasan tentang arah hubungan kita. Aku tidak bisa terus-terusan berada dalam situasi tanpa status seperti ini.” Jika jawabannya menghindar, itu adalah sinyal Anda harus pergi.

3. Kurangi Interaksi di Media Sosial

Para pelaku backburner sering menggunakan taktik breadcrumbing—memberi “remah-remah” perhatian seperti me-klik like atau membalas Instagram Story Anda. Berhentilah merespons interaksi pasif tersebut. Jika perlu, sembunyikan atau blokir akunnya sementara waktu.

4. Fokus pada Diri Sendiri dan Buka Peluang Baru

Tutup akses untuknya dan mulai alihkan energi untuk mencintai diri sendiri. Jangan biarkan harapan palsunya menghalangi Anda untuk bertemu dengan orang baru yang akan menjadikan Anda prioritas utama.

Analisis Pakar: Mengapa Fenomena Backburner Makin Marak di Era Digital?

Sebagai pakar psikologi hubungan, tren backburner di tahun 2026 ini bukan sekadar masalah komitmen individu, melainkan imbas dari arsitektur media sosial itu sendiri.

Dulu, menjaga hubungan dengan mantan atau gebetan membutuhkan usaha ekstra. Kini, dengan adanya Direct Message (DM) dan fitur berbagi keseharian, “menyimpan” seseorang di saku belakang (backburner) nyaris tidak membutuhkan usaha sama sekali. Pelaku hanya perlu mengirim emoji atau meme sesekali untuk memastikan korbannya tetap terikat secara emosional.

Baca Juga :  Apa itu OPT (Organisme Pengganggu Tanaman)?

Secara psikologis, seseorang yang melakukan backburner sering kali didorong oleh rasa tidak aman (insecurity) dan rasa takut akan kesepian (FOMO). Mereka tidak cukup percaya diri bahwa hubungan utama mereka akan berhasil, sehingga mereka menimbun “ban serep”. Di sisi lain, hal ini adalah bentuk perselingkuhan mikro (micro-cheating), karena mereka sengaja mengalihkan energi emosional keluar dari hubungan utama mereka.

Bagi para korban, menetap di posisi ini adalah bentuk ilusi ilusi bahwa kesetiaan mereka pada akhirnya akan memenangkan hati sang pelaku. Padahal, realitas sosiologis menunjukkan: seseorang yang melihat Anda sebagai opsi tidak akan pernah menghargai Anda sebagai prioritas.

Visualisasi Data: Beda Teman Dekat vs Hubungan Backburner

Sering kali orang bingung membedakan antara pertemanan platonik dengan situasi backburner. Berikut adalah matriks perbedaannya:

Indikator PenilaianTeman Dekat BiasaAnda Dijadikan “Backburner”
Frekuensi KomunikasiKonsisten, dua arah, saling mencari.Tidak konsisten, ia hanya datang saat bosan/butuh validasi.
Kualitas InteraksiMembahas banyak hal secara terbuka.Sering ada intrik romantis/goda-godaan yang tak pernah berujung komitmen.
Kehadiran FisikSelalu ada di momen penting (ulang tahun/saat susah).Sering membatalkan janji mendadak, menghilang di saat penting.
EkspektasiTidak ada harapan romantis di masa depan.Sengaja menahan Anda agar tidak menjalin hubungan dengan orang lain.

Kesimpulan

Backburner adalah dinamika hubungan toksik di mana kebaikan dan kesabaran Anda dieksploitasi hanya untuk memberi rasa aman pada ego orang lain. Menjadi pilihan kedua bukanlah sebuah fase romantis seperti dalam lirik lagu, melainkan penundaan kebahagiaan sejati Anda.

Baca Juga :  Apa Itu Puasa?

Menurut hemat saya, tidak ada pembenaran apa pun untuk mempertahankan seseorang yang hanya memperlakukan Anda sebagai pilihan terakhir. Saran saya, jika Anda merasakan tanda-tanda komunikasi yang on-off dan status yang mengambang, segera ambil sikap tegas. Jangan biarkan ketakutan akan kehilangan seseorang membuat Anda kehilangan harga diri. Kami menyarankan Anda untuk melepaskan hubungan semu ini. Ingatlah, Anda berhak menjadi menu utama, bukan sekadar panci cadangan di belakang kompor.

Sumber Referensi

FAQ (People Also Ask)

Apa itu backburner dalam bahasa gaul?

Backburner adalah istilah gaul yang merujuk pada situasi di mana seseorang dijadikan pilihan cadangan (bukan prioritas utama) dalam sebuah hubungan, namun tetap “digantung” dan terus dihubungi sesekali agar tidak pergi.

Bagaimana ciri-ciri kita dijadikan backburner?

Ciri-cirinya adalah: komunikasi tidak konsisten (hanya dicari saat ia butuh/bosan), hubungan tidak punya kejelasan status (HTS), ia sering membatalkan janji, dan ia tidak pernah melibatkan Anda dalam rencana masa depannya.

Apa bedanya backburner dengan selingkuhan?

Selingkuhan biasanya melibatkan hubungan yang secara fisik atau emosional sudah berjalan aktif di belakang pasangan utama. Sedangkan backburner adalah menjaga calon potensial (cadangan) dengan interaksi minimal, sebagai “jaring pengaman” jika hubungan utamanya hancur.

Mengapa seseorang suka melakukan backburner?

Biasanya karena rasa tidak aman (insecurity), takut kesepian, atau belum siap berkomitmen namun tetap menginginkan validasi dan perhatian dari banyak orang. Kemudahan fitur media sosial juga membuat taktik ini sangat mudah dilakukan tanpa perlu usaha besar.

Tinggalkan komentar