Vibes adalah istilah gaul yang berasal dari bahasa Inggris “vibrations” (getaran), yang digunakan untuk menggambarkan suasana, aura, mood, atau energi emosional yang dipancarkan oleh seseorang, tempat, lagu, maupun situasi tertentu. Secara sederhana, vibes merujuk pada “rasa” atau atmosfer tak kasatmata yang ditangkap oleh intuisi manusia.
Key Takeaways
- Makna Ganda: Vibes bisa digunakan untuk mendeskripsikan aura seseorang (contoh: “Dia orangnya positive vibes“) atau suasana sebuah tempat (contoh: “Vibes kafe ini tenang banget”).
- Sifat Intuitif: Merupakan bentuk penilaian subjektif berdasarkan apa yang dirasakan (feeling) saat berinteraksi dengan suatu objek atau subjek.
- Vibing: Bentuk kata kerja dari vibes, yang berarti sedang asyik menikmati suasana (seperti mendengarkan lagu atau bersantai).
- Klasifikasi Umum: Sering dibagi menjadi dua kutub utama: Positive/Good Vibes (energi baik yang menular) dan Negative/Bad Vibes (firasat buruk atau energi yang menguras emosi).
Cara Tepat Menggunakan Kata “Vibes” dalam Konteks Kekinian
Penggunaan kata vibes sangat fleksibel. Berikut adalah panduan langkah demi langkah (step-by-step) untuk menggunakannya sesuai dengan konteks pergaulan modern:
1. Untuk Mendeskripsikan Tempat (Spasial)
Gunakan kata sifat yang digabungkan dengan kata vibes saat Anda mengunjungi suatu tempat.
- Contoh: “Desain interior restoran ini vintage vibes banget, berasa balik ke tahun 90-an.”
2. Untuk Menilai Karakter Seseorang (Aura)
Gunakan istilah ini untuk menjelaskan kesan pertama Anda terhadap perilaku orang lain.
- Contoh: “Gue suka ngobrol sama dia, pembawaannya santai dan good vibes.”
3. Untuk Mengekspresikan Penolakan Halus (Intuisi)
Jika Anda merasa tidak nyaman dengan seseorang atau situasi tanpa alasan logis yang jelas, gunakan istilah bad vibes atau weird vibes.
- Contoh: “Lebih baik kita cabut dari sini deh, aku ngerasa bad vibes dari tadi.”
4. Untuk Menikmati Momen (Vibing)
Gunakan bentuk Vibing ketika Anda sedang tenggelam dalam suasana yang menyenangkan.
- Contoh: “Jangan diganggu dulu, aku lagi vibing dengerin lagu-lagu galau nih.”
Analisis Pakar: Mengapa Gen Z Sangat Terobsesi dengan “Vibes”?
Sebagai pengamat sosiolinguistik digital, masifnya penggunaan kata vibes di tahun 2026 ini bukan sekadar tren linguistik biasa, melainkan cerminan pergeseran cara generasi muda mengevaluasi dunia.
Dalam ilmu psikologi komunikasi, Gen Z dan Milenial cenderung lebih menghargai “kecerdasan emosional intuitif”. Daripada menggunakan kalimat formal yang panjang seperti, “Saya merasa atmosfer di ruangan ini menyebabkan ketidaknyamanan psikologis,” mereka cukup mengatakan, “Tempat ini bad vibes.” Kata vibes bertindak sebagai “jalan pintas linguistik” untuk merangkum emosi kompleks ke dalam satu frasa yang dipahami secara universal.
Lebih jauh, fenomena ini berimplikasi pada industri ekonomi kreatif dan marketing. Saat ini, sebuah coffee shop atau jenama fashion tidak lagi hanya menjual produk fisik, melainkan menjual “vibes” (estetika dan pengalaman emosional). Jika sebuah tempat gagal membangun good vibes yang Instagramable atau sesuai dengan persona target pasarnya, maka tempat tersebut akan dengan cepat ditinggalkan oleh konsumen mudanya.
Visualisasi Data: Kamus Istilah “Vibes” yang Paling Sering Digunakan
Untuk memperkaya kosakata bahasa gaul Anda, berikut adalah variasi kata vibes yang sering muncul di TikTok, X (Twitter), dan Instagram:
| Istilah Gaul | Arti / Makna yang Disampaikan | Konteks Penggunaan yang Tepat |
| Good Vibes Only | Hanya menerima energi positif. | Sebagai peringatan (biasanya di bio medsos) agar tidak ada drama/keluhan. |
| Chill Vibes | Suasana yang sangat santai dan tenang. | Saat sedang bersantai di rumah, liburan di pantai, atau mendengarkan musik lo-fi. |
| Aesthetic Vibes | Suasana yang indah dipandang mata (artistik). | Mengomentari foto OOTD (Outfit of The Day) atau dekorasi kamar yang minimalis. |
| Morning Vibes | Suasana pagi hari. | Deskripsi foto/video saat menyesap kopi pagi atau bersiap memulai hari. |
| Weird Vibes | Firasat aneh, canggung, atau tidak wajar. | Saat bertemu orang baru yang bersikap mencurigakan atau di luar nalar. |
Kesimpulan
Kata vibes telah membuktikan dirinya sebagai kosakata serapan yang paling sukses beradaptasi dalam kultur bahasa Indonesia modern. Ia menjembatani gap antara perasaan abstrak (intuisi) dengan bahasa lisan sehari-hari.
Menurut hemat saya, penggunaan istilah vibes sangat efektif untuk memvalidasi perasaan Anda tanpa perlu memberikan penjelasan logis yang rumit. Saran saya, cobalah untuk selalu menjadi agen pembawa positive vibes di lingkungan kerja atau pertemanan Anda, karena energi emosional sangat mudah menular (contagious). Kami menyarankan Anda untuk tetap memercayai “radar” bad vibes yang Anda rasakan terhadap seseorang atau suatu tempat, karena sering kali, intuisi bekerja lebih cepat daripada logika dalam mendeteksi potensi bahaya.
Sumber Referensi
FAQ (People Also Ask)
Apa itu vibes dalam bahasa gaul?
Dalam bahasa gaul, vibes adalah kata yang digunakan untuk mendeskripsikan suasana, aura, perasaan, atau getaran energi (baik positif maupun negatif) yang dipancarkan oleh seseorang, tempat, atau situasi tertentu.
Apa perbedaan good vibes dan bad vibes?
Good vibes merujuk pada energi positif, suasana yang menyenangkan, santai, dan membuat nyaman. Sebaliknya, bad vibes merujuk pada energi negatif, suasana yang suram, toxic, canggung, atau memberikan firasat buruk.
Apa arti vibing?
Vibing (kata kerja dari vibe) artinya adalah tindakan menikmati suasana atau momen saat ini. Misalnya, asyik mendengarkan musik, bersantai, atau sekadar menikmati waktu luang tanpa gangguan.
Kenapa orang sering bilang “vibes-nya beda”?
Ungkapan “vibes-nya beda” digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tempat, lagu, atau orang memberikan sensasi atmosfer atau perasaan yang sangat unik, khas, dan tidak bisa disamakan dengan hal lain pada umumnya.