Kultum adalah akronim dari “Kuliah Tujuh Menit”, yaitu sebuah metode dakwah atau ceramah agama Islam yang disampaikan secara lisan dalam durasi yang sangat singkat (sekitar 7 hingga 15 menit). Meskipun singkat, kultum dirancang untuk menyampaikan pesan moral, nasihat spiritual, dan ajaran agama secara padat, jelas, dan mudah dipahami oleh jemaah.
Key Takeaways
- Durasi Bukan Patokan Baku: Angka “tujuh menit” hanyalah istilah kiasan untuk menggambarkan betapa singkat dan efisiennya dakwah tersebut, tidak harus persis berhenti di menit ketujuh.
- Momen Pelaksanaan: Sangat identik dengan bulan suci Ramadhan (disampaikan setelah shalat Tarawih atau menjelang berbuka puasa), namun juga lumrah dilakukan setelah shalat Subuh atau Zuhur berjemaah.
- Tujuan Utama: Memberikan pencerahan spiritual instan, meningkatkan keimanan, serta mempererat tali silaturahmi antar jemaah di tengah kesibukan sehari-hari.
- Evolusi Digital: Kultum kini tidak hanya eksklusif di masjid, melainkan telah merambah ke platform digital (YouTube, TikTok, Instagram Reels) sebagai sarana dakwah modern.
Cara Membuat Teks Kultum yang Menarik dan Efektif
Jika Anda ditugaskan untuk mengisi kultum di musala kantor atau sekolah, jangan membuat naskah yang terlalu panjang. Ikuti panduan struktur dasar berikut agar kultum Anda berkesan:
1. Buat Pembukaan (Mukadimah) yang Kuat
Awali kultum dengan salam, diikuti dengan puji syukur kepada Allah SWT ( Alhamdulillah ) dan selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ini adalah syarat rukun yang tidak boleh dilewatkan.
2. Tentukan Satu Tema Spesifik (Pendahuluan)
Fokuslah pada satu topik tunggal yang relevan dengan kehidupan sehari-hari (misal: pentingnya sabar, bahaya lisan, atau keutamaan sedekah). Jangan mencampur banyak topik agar audiens tidak bingung.
3. Sampaikan Isi dengan Proporsional
Kutip maksimal satu hingga dua ayat Al-Qur’an atau Hadis sahih sebagai landasan argumen. Gunakan bahasa yang santai, membumi, dan hindari jargon bahasa Arab yang terlalu berat jika audiens Anda adalah masyarakat awam.
4. Berikan Kesimpulan (Takeaway)
Rangkum inti dari kultum Anda dalam satu atau dua kalimat yang mudah diingat ( Call to Action ) sebelum menutupnya.
5. Tutup dengan Doa dan Salam
Akhiri sesi dengan doa singkat untuk memohon keberkahan dan ampunan bagi seluruh jemaah, lalu tutup dengan salam ( Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh ).
Analisis & Insight Tambahan: Mengapa Kultum Lebih Disukai di Era Modern?
Sebagai pengamat tren komunikasi massa dan dakwah Islam, saya melihat popularitas “Kultum” sangat relevan dengan fenomena short attention span (rentang perhatian yang pendek) pada manusia modern di tahun 2026. Di era di mana orang terbiasa mengonsumsi konten video berdurasi 60 detik, mendengarkan ceramah agama selama 1 jam penuh sering kali membuat jemaah mengantuk atau kehilangan fokus (terutama setelah lelah bekerja seharian atau saat berpuasa).
Kultum hadir sebagai solusi psikologis. Formatnya yang bite-sized (padat dan ringan) menuntut mubaligh (pendakwah) untuk langsung pada inti permasalahan ( straight to the point ). Implikasinya, pesan moral yang disampaikan—seperti pentingnya menjaga lisan di media sosial atau cara mengelola stres dengan qana’ah (bersyukur)—menjadi lebih mudah dicerna dan dipraktikkan langsung oleh jemaah. Inilah mengapa stasiun televisi dan kreator konten memperebutkan slot “Kultum” menjelang Magrib; karena nilai retensinya sangat tinggi.
Visualisasi Data: Perbedaan Mencolok Kultum vs Ceramah Umum
Sering kali masyarakat awam menyamakan kultum dengan ceramah. Untuk menghindari kerancuan, berikut adalah matriks perbedaannya:
| Parameter Penilaian | Kultum (Kuliah Tujuh Menit) | Ceramah Keagamaan / Pengajian |
| Durasi Waktu | Sangat singkat (7 hingga maksimal 15 menit). | Panjang dan fleksibel (30 menit hingga lebih dari 1 jam). |
| Kedalaman Materi | Tematik, ringan, praktis, dan berfokus pada nasihat harian. | Analisis mendalam, teologis, tafsir ayat, atau bedah kitab kuning. |
| Struktur Penyampaian | Kaku dan terstruktur (Pembukaan, Isi singkat, Penutup). | Lebih dinamis, sering diselingi tanya jawab panjang atau humor interaktif. |
| Konteks Acara | Tarawih, Subuh keliling, atau program filler TV jelang buka puasa. | Tabligh Akbar, peringatan Maulid Nabi, atau kajian rutin mingguan. |
Kesimpulan
Kultum adalah manifestasi dari seni komunikasi dakwah yang menuntut kecerdasan tingkat tinggi dari penyampainya. Menyederhanakan ajaran Islam yang luas ke dalam durasi 7 menit tanpa menghilangkan esensi maknanya adalah sebuah keahlian khusus yang sangat berharga dalam membangun moral masyarakat.
Menurut hemat saya, kultum adalah format edukasi spiritual terbaik bagi masyarakat urban yang memiliki mobilitas tinggi. Saran saya, jika Anda menjadi pemateri kultum, jangan pernah memperpanjang durasi secara sepihak melebihi waktu yang disepakati, karena hal itu justru akan menimbulkan rasa tidak nyaman (resistensi) dari jemaah. Kami menyarankan para pendakwah muda untuk terus beradaptasi dengan membawa tema-tema kultum yang menyentuh isu kontemporer—seperti etika Artificial Intelligence dalam pandangan Islam atau cara mengatasi burnout—agar dakwah selalu relevan dengan denyut nadi zaman.
Sumber Referensi
FAQ (People Also Ask)
Apa kepanjangan dari kultum?
Kultum adalah singkatan dari Kuliah Tujuh Menit, sebuah istilah populer di Indonesia yang merujuk pada penyampaian pidato, dakwah, atau ceramah agama dalam waktu yang sangat singkat.
Kapan biasanya kultum disampaikan?
Kultum paling sering disampaikan pada bulan Ramadhan (setelah shalat Tarawih, setelah shalat Subuh, atau menjelang berbuka puasa). Di luar Ramadhan, kultum juga sering diadakan usai shalat Jumat atau acara syukuran keluarga.
Apa tujuan dari kultum?
Tujuan utamanya adalah untuk memberikan nasihat spiritual, mengingatkan umat pada kebaikan, menyebarkan ilmu agama Islam secara praktis, serta memotivasi pendengar untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Apa bedanya kultum dengan pidato?
Pidato bersifat sangat umum dan bisa membahas topik apa saja (politik, kenegaraan, perpisahan sekolah), sedangkan kultum secara spesifik berfokus pada materi keagamaan (Islam) dan terikat dengan durasi yang sangat singkat.